Failure or an answer?

9 Mei 2015. Pengumuman SNMPTN. Setelah beberapa jam dag-dig-dug sampe tangan kaki dingin semua sampe mual, jam 5 sore pengumumannya keluar. And heaven didn’t on my side…red box.

Tulisan “Anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN 2015” sialan itu keluar setelah login. Aku udah siap nangis tuh udah siap banting segala hal. But in fact, I didn’t. Aku cepet2 ambil air wudhu dan solat maghrib, subhanallah langsung tenang, langsung pasrah, percaya Allah punya rencana yang lebih baik.

Temen-temenku banyak yang keterima. Jealous? Of course, I’m a human. But surprisingly I have strong partners here, we pat our back, trying to reduce our pain. Di WhatsApp udah kaya orang gila, ngelawak sampe lupa SNMPTN. Ratapan anak SBMPTN. Belum lagi di askfm line segala2nya yang ngeshare hasil SNMPTN.

Sakit.

But we try to stand still. Kita berencana belajar bareng, ikut TO SBMPTN, les SBMPTN. Dan gugurlah UI, impianku. Ibu memang mengizinkan aku keluar Malang, but she’s kinda worry if I go too far. I still insist that everything’s gonna be alright but what I got is a failure. 

Aku juga menganggap ini jawaban Allah, Allah tau UI bukan tempat terbaikku. But a hope is a hope, aku mau coba SIMAK UI juga. Pasrah pt. 2. 

Kesimpulannya, aku berterima kasih sama temen-temen who shared the same pain. We will beat SBMPTN, for sure!

Terima kasih juga sama Allah, this is the best for me. Allah knows it. And Allah will always know. Mudahkanlah semuanya. Bismillah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s